Tolong jangan ajari anak” itu jd pengemis

Miris memang saat melihat anak” kecil berkeliaran diperempatan lampu merah ϑi jalanan kota seperti semarang, sebagian mereka ada Ƴăлб menjadi penjual koran dan peminta” atau pengemis kecil yg mencari uang receh sekedarnya dri orang”.
Siapa Ƴăлб tak iba saat melihat anak seumuran 5-7 thn berjalan tellanjang kaki diaspal panas tengah hari demi receh” kecil orang lain.
Uang seribu mgkin tak ada artinya bagi qta tp sangat berarti bgi tubuh kecil Ƴăлб harus mencari belas kasih dri orang lain, mgkin itulah pikiran kebayakan orang, tp benarkah mereka membutuhkannya??

Mgkin rasa iba mnutup pikiran qt,
Tp bagaimana Ǩƌ̲Ɩɑ̈Ʊ krena rasa iba qt malah menjerumuskan mereka?

Mgkin ini sudah menjadi rahasia umum qta semua bahwa tidak semua anak jalanan atau pengemis melakukannya karena keadaan yg tak mmpu, tak mampu secara fisik dan ekonomi yg mengharuskan mereka meLakukannya. Baik fisik yg tak sempurna atau keluarga yg tak mmpu menghidupinya.

Dulu aq sering menyempatkan mmberi sekdarnya pada mereka. Tp sekarang hmpir tidak pernah atau memilih-milih anak.

Sadarkah bahwa rasa iba qta pd anak sprti mereka malah menjerumuskan mereka.

Please jangan ajarkan mereka jd pengemis lagi, sudah cukup banyak generasi bangsa yg terjerumus.
Jangan bodohi mereka lg..

Tahukah qt, saat qt memberi mereka hmpir sama saja mengajarkan mereka hidup dijalanan. Karena secara tak sadar qt mengajarkan mereka selalu meminta-minta. Mendapatkan uang tanpa bekerja.

Aq pernah bertanya pada salah satu anak jalanan ϑi lampu merah jl pemuda,
Kenapa mereka dijalanan? Apa Ƴăлб mereka jawab? ” Disini enak mas gampang cari duit ma makanan ga perlu susah, tinggal minta dah dapat duit, trus bsa main sama anak, uangnya nnti bsa buat beli jajan.”

Jawaban jujur dri anak seusia mereka.
Tahukah bahwa sebenarnya salah satu penyebab semakin byaknya anak” pengemis jalanan ϑi kota adalah rasa iba qta Ƴăлб secara tak langsung mengajarkan mereka mencari uang tanpa bekerja. Bukan 100% orang tua mereka Ƴăлб mengajarkan mereka tp qt dgn tidak langsung. Dgn tidak langsung qt mengajarkan bahwa hidup dijalanan atau mengemis adalah pekerjaan yg mudah.

Apa lg tidak dperlukan keahlian atau berkeringat tp hanya butuh mengiba. Mau jd apa mereka saat besar nnti, pengamen, preman, atau pengedar?

Yg lbih ktrlaluan lg, pernah satu ketika aq melihat 2 anak dgn telanjang kaki jam 11 siang ϑi lampu merah. Dgn aspal panas dikaki mereka mengiba pengguna jalan. Saat sore hari dengan mata kepala ku sendiri mereka dijemput pria gagah dgn speda motor baru yg dipanggilnya bapak. Yg tk prnah kubayangkan ada orang tua yg tega mangajarkan merka mengemis dpansnya kota tanpa sandal. Padahal dilihat dri badannya laki” itu sehat normal dan rapi.

Sudah cukuplah ada org tua gila perti itu.
Bykannya saya melarang qta menolong atau bersedekah. Tp alangkah baiknya kalo qt lbih bijak lg.
Bukankah lebih baik qta menyumbangkan harta qt pada lembaga atau LSM atau panti asuhan yg benar” memperhatikan nasib mereka atau, terjun langsung mengurusi nasib anak jalanan

Memang ada sebagian dri merka yg terpaksa melakukannya krna keadaan dan ketidak mmpuan. Tp biasanya mereka memilih berjualan koran mengamen, dll..

Marilah qta mengajarkan budaya bekerja pda mereka. Dan budaya bekerja sebagai hrga diri dan identitas. Agar jumlah anak jalanan berkuarang.

Sayang sekalo blum byk LSM yg mengajarkan keahlian sebagai modal bekerja tuk anak” kurang beruntung perti merka.

semoga akn alebih banyak orang Ƴăлб peduli akan nasib mereka.

Salam sejahtera, maaf ǨƌƖɑƱ ada salah kata dlm artikel saya. Mgkin ada Ƴăлб kurang berkenan maaf kan saya krna saya tidak sempurna

musyafiir bungsu

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s