Arie Adireksa
Berhenti dalam keadaan diam yang benar” diam. Bukan dalam lamunan dan khayalan. Tp diam tanpa sesuatu disaat mencoba mengerti ke abstrakan kehidupan,,

bukan dalam kemalasan dalam enaknya lelap..

Hmm..
Diam tuk mengerti sesuatu yang sulit dijelaskan dimana belajar menguasai ego.

Mencoba diam dimana harus berlari. Mencoba merasakan luluhnya badan, asa dan kobaran semangat.
Mencoba lepas dri keterikatan, merasakan bebasnya diri dalam ketidakmampuan.
Melatih raga dalam diam nya raga. Mencoba melatih rasa dalam ketidak adaan rasa.
Merubah diri dalam kekosongan.
Merasakan panas dalam dinginnya malam, merasakan dingin dalam panasnya siang. Merasakan sedih diwaktu hrs gembira. Mencoba merasakan sepi dalam keramaian.

Terkadang hrus mencapai titik lebur diri yang bahkan tak dapat mengontrol raga dan akal yang membuat diri ini merasa putusnya asa, dimana mencapai titik nol derajat ♈ª♌ğ bisa membuat orang lain gila. Merasa lumpuh sampai tak dapat menggerakan kaki didalam tubuh yang seharusnya bsa berlari. Menumbuk semangat hingga hancur tak tersisa,
Sampai merasa rendah dimana seharusnya tinggi, merasakan takut tanpa tahu apa yang seharusnya ditakuti. Hingga lupa akan dirisendiri hingga lupa akan arah dan tujuan dalam hidup, bodoh saat penuhnya otak oleh pengetahuan. Lemah disaat badan kuat

Hanya untuk mencoba mengerti sebuah jawaban dri pertanyaan ♈ª♌ğ tak ada jawabannya dan pertanyaan yang tak pernah ditanyakan orang lain, bahkan tak tahu siapa yang bertanya.
Bukan untuk dipikirkan tapi dihayati,.

Tertidur tanpa terlelap. melepas jiwa yang terlarang
Hanya untuk mengetahui jalan yang tak tampak..

Berhenti..
Berhenti melangkah hanya tuk mengerti sesuatu yang sulit dijelaskan.
Diam tuk mendengar suara haq yang sahdu dimana hanya dalam keheningan dan kekosongan hati dan pikirkan dapat didengar, agar mampu menerima dan menghayati.
Suara yang dapat menggetarkan jiwa dri dentangan lonceng nirwana.

Diam dalam kekosongan agar dapat melihat bentuk haq abstrak tp nyata bkan bentuk real yang dapat membutakan mata manusia.
Sebuah wujud yang lebih silau dari cahaya.

Sebuah makrifat nyata yang tak dapat dimengerti dengan pemahaman dalam keadaan sadar sebagai manusia, tp dimengerti dengan kekosongan akal dan hati dalam keadaan sadar yang sulit bagi semua.

Bukan keramahan dunia yang dicari,bukan harta melimpah yang didapat..
Sangat sulit tuk dijelaskan pada batu dalam bentuk badan.
Dimana harus bisa melepas semuanya yang nyata dalam pandangan hanya untuk mengerti sebuah keabstrakan yang dianggap gila.

Diam dan berhenti yang bisa dilakukan, dengan pikiran. Hingga menjadi bodoh dan lupa semua bahkan dengan diri sendiri. Menjadi bisu dan tuli, menjadi lumpuh bahkan hampir mati karena kekosongan. Harus diam dalam kebosanan. Melupakan kebisingan dunia, menjauh dri keramaian. Hilang dri ingatan orang lain. Menjadi hina dimata orang lain demi sebuah kepercayaan dri sang haq yang tak tahu asalnya.

Entahlah…

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s